Senin, 12 November 2018

FILSAFAT 2

Belajar filsafat itu dapat kita lakukan salah satunya  dengan membaca, membaca, dan membaca. Disini diperlukan keikhlasan baik ikhlas dalam hati dan ikhlas dalam pikiran. Bahayanya orang berfilsafat adalah ketika dia sudah sampai pada tahap jelas dikarenakan sudah tidak berpikir lagi. Sedangkan sebenar-benarnya filsafat adalah berpikir. Filsafat adalah diri kita sendiri, maksutnya Pikirkan apa yang kamu kerjakan, kerjakan apa yang kamu pikirkan, doakan. Doakan apa yang kamu kerjakan dan doakan apa yang kamu pikirkan. Makna filsafat itu luas karena filsafat itu siapa saja, apa saja yang ada dan yang mungkin ada.
Filsafat itu bertingkat-tingkat, yang paling tinggi itu pasti/mutlak/absolut/bahasa Tuhan. Engkau ada di pikiran jika filsafat. Engkau ada di hati jika spiritual. Filsafat itu pola pikir yaitu dari ADA (menyangkut fatal dan vital)-MENGADA (proses)-PENGADA (hasil). Persoalan filsafat itu hanya ada dua, yaitu memahami apa yang ada di luar pikiran dan menjelaskan apa yang ada di dalam pikiran. Tidak ada seorang pun di dunia ini yang mampu menjelaskan pikirannya. Maka sebenar-benarnya kita tidak ada satu orangpun di dunia yang mampu menjelaskan pikirannya sendiri, yang ada hanya berusaha. Prinsip di dunia ini adalah kontradiksi karena aku tidak sama dengan aku. Karena terikat oleh ruang dan waktu. Ruang dan waktu kita berpikir profesional, eksperimen. Bagaimana dunia ini kalau tidak ada ruang hanya waktu saja, dunia akan kiamat. Begitu sebaliknya. Jadi fatal dan vital itu potensi semuanya. Manusia, binatang, tumbuhan bisa tumbuh karena ada potensi fatal dan vital. Jika diformalkan, objek filsafat itu objek formal dan material. Objek filsafat formal itu bentuk, material itu substansi. Semua di dunia terdiri dari bentuknya dan isinya. Kamu senyum, cemberut, tertawa, tegang, serius, santai, memang bentuknya seperti itu. Tetapi di balik senyuman, tawa, canda, ceria, itu substansinya.
Jika filsafat itu adalah dirimu, spiritualitas adalah dirimu. Jangan coba-coba menggambarkan spiritualitas dengan dunia, karena dunia tidak mencukupinya. Sedangkan spiritualitas meliputi dunia dan akhirat. Manusia yang paling tinggi itu manusia yang habluminallah dan minannas. Habluminallah dan minannas itu manusia annas, manusia jejaring sistemik. Jejaring sistemik simboliknya itu jurnal. Jadi jurnal adalah lambang manusia jejaring sistemik yang paling tinggi (konteks akademisi).
Hati adalah roda bawah, pikiran adalah roda atas. Perjalananmu itu adalah roda yang berputar. Jadi setiap hari kita perlu memikirkan perasaan kita dan merasakan pikiran kita. Teladannya adalah bumi mengelilingi matahari, tidak akan sampai pada tempat yang sama selama hidup. Disamping dia berputar pada porosnya, dia juga mengelilingi matahari. Engkau juga begitu. Disamping saya berputar pada porosnya (hati dan pikiran), makan sehat setiap hari, bangun tidur, melakukan hal demikian setiap hari tapi engkau tidak menyadarinya. Urusan spiritual itu agama masing-masing. Cara mengetahui dengan prediksi, hidup itu pilihan. Tanpa memilih manusia tidak akan bisa hidup. Setiap hari kamu makan, engkau memilih apa yang kamu makan. Maka sebenar-benar hidup adalah pilihan. Ikhtiar itu memilih. Kalau sudah terpilih itu takdir. Maka hidup itu perputaran antara ikhtiar dan takdir. Pilih dan terpilih. Sadar maupun tidak sadar.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar