Sistem perkuliahan dalam belajar
Filsafat yang diampu oleh Prof. Dr. Marsigit, M.A menggunakan metode Blended Learning
menggunakan pembelajaran berbasis web dan tatap muka. Prof. Dr. Marsigit, M.A
adalah ahli dalam filsafat khususnya filsafat dalam matematika. Untuk lebih
lanjut mengenai Profil beliau silahkan kunjungi blog beliau ; http://powermathematics.blogspot.com
atau http://staffnew.uny.ac.id/staff/131268114
Filsafat merupakan olah pikir. Berfilsafat
itu bisa dari mana saja, kapan saja, dimanapun dan kapanpun. Belajar filsafat
juga belajar pikiran para filsuf. Ada beberapa filosofi, turun ideologi, turun
paradigma, turun teori, turun model, turun sintaks, dan paling rendah yaitu contoh.
Segala ilmu ada dua hal, yaitu objek material dan objek formal. Objek material
itu isinya, objek formal itu metodenya. Engkau melihat ada dua hal, apa yang
kau lihat dan bagaimana cara kau melihat.
Filsafat itu dibawah Spiritual.
Tingkatan yang paling tinggi itu Spiritual baru Filsafat. Filsafat tidak pernah
menjangkau spiritual, karena beda
domain. Domain filsafat itu pikiran, sedangkan domain spiritual itu hati dan
yang lainnya. Filsafat itu lebih lembut dari benda yang paling halus. Yang bisa
mengalahkan kelembutan filsafat adalah kelembutan hati. Tidak ada yang bisa
mengalahkan spiritual. Karena filsafat itu bisa mengisi ruang tanpa mengisi.
Sehingga dalam belajar filsafat kuatkan juga Agamamu dalam artian Doa dan
ibadahmu (Spiritual).
Ilmu itu diperoleh dari membaca dan pengalaman hidup. Ilmu
itu tidak fakir namun tidak berilmu itu adalah fakir dan fakir itu cenderung
miskin. Jadi orang yang tidak berilmu itu cenderung miskin. Namun miskin dalam
filosofi berbeda dengan miskin menurut orang awam. Miskin tidak memiliki uang
itu miskin menurut orang awam, namun dalam filosofi bisa berbagai macam seperti
miskin penglihatan, miskin pendengaran, miskin silaturahim maka dengan ilmu
itulah yang digunakan untuk membentengi diri kita dan terhindar dari itu semua.
Maka salah satu cara dalam berfilsafat dengan membaca,
membaca, dan membaca. Karena berfilsafat itu bisa dari apa saja, apa saja yang
dipikir, apa saja yang dilihat, apa saja yang dirasakan , semua bisa dimaknai
sebagai awal dalam berfilsafat. Karena filsafat adalah olah pikir.